Sehati di Rumkit, Hadirkan Akta Kelahiran Sejak Detik Pertama Kehidupan

Payango.co.id | Boalemo – Pagi itu, halaman Kantor Bupati Boalemo tampak berbeda. Barisan Aparatur Sipil Negara berdiri rapi dalam Apel Korpri, Selasa (20/4/2026). Di tengah suasana yang tertib dan penuh khidmat, lahir sebuah harapan baru bukan tentang seremoni semata, tetapi tentang kemudahan hidup masyarakat sejak awal kehidupan.

Pemerintah Kabupaten Boalemo resmi meluncurkan inovasi bertajuk “Sehati di Rumkit” (Setelah Lahir Terbit Akta Bayi di Rumah Sakit). Sebuah langkah sederhana, namun berdampak besar: memastikan setiap bayi yang lahir langsung memiliki akta kelahiran, tanpa harus melalui proses panjang yang melelahkan bagi orang tua.

Di balik inovasi ini, ada satu gagasan besar memotong rantai birokrasi yang selama ini kerap menjadi beban. Kini, tak ada lagi keharusan bolak-balik ke kantor dinas. Dari ruang bersalin, identitas sang bayi langsung tercatat, resmi, dan sah di mata hukum.

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Boalemo dan RSUD Iwan Bokings. Momen itu bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan simbol kolaborasi nyata antar lembaga.
Direktur RSUD Iwan Bokings, dr. Hendra, Sp.Rad(K)RI, MM, bersama Kepala Dinas Dukcapil Boalemo, Drs. Teguh Jatmika, menorehkan komitmen bersama yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali.

Dalam sambutannya, Lahmudin tak menyembunyikan apresiasinya. Ia melihat inovasi ini sebagai wajah baru pelayanan publik yang lebih cepat, lebih terintegrasi, dan lebih manusiawi.
“Ini adalah bukti nyata kolaborasi antar OPD dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baginya, integrasi adalah kunci. Ketika instansi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, maka pelayanan yang dihasilkan akan terasa lebih dekat dan lebih berarti bagi masyarakat.
“Sehati di Rumkit” pun menjadi lebih dari sekadar program. Ia adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat akan kepastian dan kemudahan bahwa sejak hari pertama kehidupan, setiap anak Boalemo telah diakui, dilindungi, dan dicatat oleh negara.

Di balik langkah ini, tersimpan harapan besar. Bahwa birokrasi tak lagi identik dengan kerumitan, melainkan hadir sebagai solusi. Bahwa pelayanan publik bisa menyentuh sisi paling dasar kehidupan manusia sejak tangis pertama seorang bayi terdengar.
Dan dari Boalemo, sebuah cerita baru dimulai: tentang pemerintah yang terus berbenah, dan tentang masa depan yang disambut dengan kepastian.

Eustas kidd*

Show More
Back to top button