Pergantian Nama RSTN, Jejak Sejarah dan Harapan Baru di Balik Nama dr. g. Clara Gobel

Payango.id, Tilamuta – Rumah Sakit Tani dan Nelayan (RSTN) Boalemo kini tengah memasuki babak baru dalam perjalanannya. Senin (26/04/2025), Ketua DPRD Boalemo, Eka Putra Noho, angkat bicara soal rencana pergantian nama rumah sakit kebanggaan masyarakat Boalemo ini.
Bukan sekadar perubahan nama, menurut Eka, keputusan ini harus dilihat sebagai strategi jangka panjang demi kemajuan pelayanan dan peningkatan pendapatan daerah. “Kalau pergantian nama ini memberikan dampak baik untuk daerah.
“Saya rasa mengubah nama RSTN menjadi RSCG buka menjadi masalah, yang menjadi masalah itu ketika pelayanan sebagai Rumah sakit yang terkesan buruk tapi selama ini kan tidak ada” ujarnya
Menyingkap kembali lembaran lama, Eka bercerita bahwa ide nama RSTN sudah digodok sejak masa pemerintahan almarhum Bupati Iwan Bokings. Kala itu, sejumlah nama sempat diusulkan oleh Pemerintah Daerah, salah satunya adalah nama dokter gigi Clara Gobel.
Namun akhirnya, pilihan jatuh kepada nama Rumah Sakit Tani dan Nelayan. Ada alasan kuat di baliknya—nama ini diyakini mampu menggaet bantuan dari pemerintah pusat karena dianggap mewakili golongan masyarakat miskin. “RSTN adalah satu-satunya rumah sakit yang memakai kata ‘tani dan nelayan’, dan ini sangat berperan dalam mengundang simpati pusat,” jelas Eka.
Tak hanya itu, nama RSTN pun tak lepas dari citra kuat almarhum Iwan Bokings yang dijuluki “Panglima Rakyat Miskin.” Nama itu jadi simbol perjuangan, perlawanan, dan harapan bagi mereka yang selama ini hanya menjadi penonton dalam pembangunan.
Kini, saat nama dr. g. Clara Gobel kembali diangkat ke permukaan, publik pun menaruh harapan besar. Eka menyebut, bukan tidak mungkin dengan pergantian nama ini, akan hadir dukungan lebih luas, termasuk dari keluarga besar Gobel yang diketahui memiliki saham besar di PT Panasonic.
“Semoga nama baru ini membawa perubahan besar. Kita ingin BLUD rumah sakit lebih mandiri, tidak tergantung lagi pada APBD, dan tentu pelayanan kepada masyarakat harus semakin baik,” pungkasnya.
Nama boleh berganti, namun semangat pengabdian harus tetap menyala. Boalemo menatap masa depan dengan harapan baru—lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih manusiawi.







