Apel Perdana 2026, Bupati Rum Pagau Beri Reward Relawan Tagana Boalemo yang Mengabdi di Sumatra Utara

Payango.co.id – BOALEMO, Payango.co.id – Apel pagi perdana Pemerintah Kabupaten Boalemo di awal Tahun 2026 menjadi momen yang penuh makna. Bukan sekedar rutinitas pemerintahan, apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, Senin (05/01), berubah menjadi ruang penghormatan bagi mereka yang bekerja dalam senyap demi kemanusiaan.
Di hadapan jajaran ASN dan peserta apel, Bupati Rum Pagau menyerahkan reward kepada Purwanto Muhrija, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Boalemo, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian tulusnya dalam misi kemanusiaan di Sumatra Utara.
Purwanto adalah satu dari sepuluh relawan Tagana yang diberangkatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk membantu korban bencana alam di Kabupaten Langkat. Empat hari pascabencana, ia sudah berada di lokasi terdampak, menempuh keterbatasan akses dan situasi darurat demi memastikan negara hadir untuk warganya.
Dalam sambutannya, Bupati Rum Pagau menegaskan bahwa Kabupaten Boalemo tidak pernah absen dalam urusan kemanusiaan. Boalemo, kata dia, turut menghadirkan relawan untuk berdiri bersama masyarakat Sumatra Utara yang tengah dilanda musibah.
“Boalemo ikut hadir. Kita kirimkan relawan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas. Ini bukti bahwa jarak dan wilayah tidak pernah membatasi rasa kemanusiaan,” ujar Rum Pagau dengan suara penuh ketegasan.
Tidak hanya di Langkat, pengabdian Purwanto berlanjut ke Aceh dan Tapanuli Tengah. Selama hampir satu bulan penuh, ia bekerja di garis depan bencana—melakukan evakuasi, melayani dapur umum, hingga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. Semua dijalani dalam medan berat, cuaca ekstrem, dan kondisi yang menuntut kekuatan fisik serta mental.
Reward sebesar Rp10 juta yang diberikan Pemerintah Kabupaten Boalemo bukan sekadar nilai materi. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi simbol pengakuan atas kerja-kerja kemanusiaan yang kerap luput dari sorotan.
“Pengabdian seperti ini tidak bisa dinilai dengan uang. Tapi negara dan daerah wajib hadir memberi penghormatan. Ini adalah panggilan hati, bukan sekedar tugas,” tutur Bupati.
Ia berharap, apresiasi tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi relawan lainnya, sekaligus menggerakkan generasi muda Boalemo untuk tidak ragu mengambil peran dalam kerja-kerja sosial dan kemanusiaan.
Sementara itu, Purwanto Muhrija menerima penghargaan tersebut dengan penuh haru. Baginya, apa yang ia lakukan adalah amanah sebagai relawan Tagana yang siap dipanggil kapan pun bencana datang.
“Ini bukan tentang saya, tapi tentang kemanusiaan. Terima kasih atas perhatian dan kepercayaan dari Pemerintah Daerah Boalemo. Semoga ini menjadi penyemangat bagi semua relawan,” ucapnya singkat.
Apel pagi itu pun berakhir dengan pesan yang mengendap di hati banyak orang:
bahwa di balik seragam sederhana dan kerja tanpa sorotan, selalu ada jiwa-jiwa yang rela meninggalkan segalanya demi menolong sesama. (KIDD*)







