Harapan dari Jakarta untuk Stadion Pemuda Boalemo

Payango.co.id | Jakarta, sebuah harapan dari daerah pesisir Gorontalo ikut menjejak langkahnya di Jakarta. Rabu (7/1), Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, membawa serta mimpi ribuan anak muda Boalemo ketika secara resmi menyerahkan proposal rehabilitasi Stadion Pemuda Kabupaten Boalemo kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir.
Penyerahan proposal itu bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi simbol kesungguhan Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam memperjuangkan masa depan olahraga dan kepemudaan. Momen tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal PSSI serta Exco PSSI Bidang Infrastruktur, menambah bobot penting dari upaya yang dilakukan.
Proposal rehabilitasi stadion itu disusun atas perintah langsung Bupati Boalemo, H. Rum Pagau, dan telah dilengkapi dengan Dokumen Perencanaan Teknis Detail (DED) yang rampung disusun oleh Pemkab Boalemo. Sebuah langkah matang, terencana, dan penuh keseriusan.
“Kami mewakili Bupati Boalemo menyerahkan proposal rehabilitasi Stadion Pemuda Boalemo yang DED-nya telah selesai. Ini adalah langkah nyata untuk mendorong peningkatan fasilitas olahraga di daerah,” ujar Lahmuddin Hambali usai pertemuan.
Bagi Boalemo, Stadion Pemuda bukan hanya bangunan fisik. Ia adalah ruang mimpi—tempat lahirnya atlet, tempat anak-anak muda belajar tentang disiplin, kerja keras, dan sportivitas. Karena itu, harapan besar disematkan pada proposal ini.
Menpora Erick Thohir menerima langsung dokumen tersebut dan menyampaikan bahwa usulan itu akan dibahas lebih lanjut di internal Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sebuah sinyal awal yang memberi secercah optimisme bagi daerah.
“Kami sangat berharap Pemerintah Pusat, melalui Kemenpora, dapat memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur olahraga di Boalemo. Stadion ini nantinya akan menjadi pusat pembinaan generasi muda dan kegiatan olahraga masyarakat,” tambah Wabup Lahmuddin.
Upaya ini menegaskan komitmen Pemkab Boalemo untuk terus menghadirkan sarana publik yang representatif dan berkualitas. Lebih dari itu, ia menjadi ikhtiar menghadirkan masa depan yang lebih baik—di mana anak-anak Boalemo dapat berlari mengejar cita-cita mereka, di stadion kebanggaan sendiri.
Dari Jakarta, harapan itu kini pulang ke Boalemo, menunggu waktu untuk benar-benar tumbuh dan terwujud. (Kiddo)





