Wakil Bupati Boalemo Menyusuri Persiapan Puskesmas Rawat Inap

Payango.co.id | Boalemo – Pagi itu, langkah Wakil Bupati Boalemo Lahmudin hambali menyusuri lorong Puskesmas Saritani bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Di balik dinding-dinding bangunan yang tengah dipersiapkan menjadi puskesmas rawat inap, tersimpan harapan besar masyarakat—tentang layanan kesehatan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih manusiawi.
Kedatangannya disambut hangat oleh Kepala Puskesmas Saritani bersama para tenaga kesehatan. Senyum, sapaan, dan obrolan singkat mengawali peninjauan, seolah menggambarkan semangat yang sama: menghadirkan pelayanan kesehatan yang benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat.
Lahmudin meninjau satu per satu ruangan, memastikan kesiapan fasilitas, tempat tidur pasien, hingga kelengkapan penunjang layanan. Baginya, puskesmas rawat inap bukan hanya soal bangunan dan alat medis, tetapi tentang rasa aman bagi warga yang selama ini harus menempuh jarak jauh demi mendapatkan perawatan lanjutan.
“Puskesmas rawat inap ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat. Kita ingin warga Saritani dan sekitarnya merasa lebih tenang, karena layanan kesehatan kini semakin dekat dan mudah dijangkau,” tutur Lahmudin dengan nada penuh harap.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, baik melalui pemenuhan sarana prasarana maupun penguatan sumber daya tenaga medis.
Bagi Kepala Puskesmas Saritani I Made Kuat, kunjungan ini bukan sekedar agenda pemerintahan, melainkan bentuk kepedulian yang memberi energi baru bagi seluruh tenaga kesehatan.
“Kunjungan ini adalah penguatan moral bagi kami. Ini menjadi penyemangat agar Puskesmas Saritani benar-benar siap memberikan pelayanan rawat inap yang layak, aman, dan penuh empati kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap, ketika layanan rawat inap ini resmi beroperasi, puskesmas dapat menjadi tempat pertama yang dipercaya masyarakat—bukan hanya untuk berobat, tetapi juga untuk merasa diperhatikan dan dimanusiakan.
Dari Saritani, pemerintah daerah tengah menata sebuah harapan. Bahwa kesehatan bukan lagi perjuangan yang melelahkan, melainkan hak yang semakin dekat di genggaman.
Eustas Kidd*







