Sekda Boalemo Resmi Dilantik, Awali Era Baru Birokrasi

Payango.co.id | Boalemo – Pagi itu, angin laut berembus pelan di pesisir Pantai Bolihutuo. Debur ombak seolah menjadi latar alami bagi sebuah momen penting dalam perjalanan birokrasi Kabupaten Boalemo. Di tempat yang tak biasa, Pemerintah Kabupaten Boalemo menorehkan sejarah baru—melantik Sekretaris Daerah definitif dalam suasana terbuka, sederhana, namun penuh makna, Selasa (21/4/2026).
Di hadapan hamparan laut biru, Bupati Boalemo, Rum Pagau, dengan penuh khidmat mengambil sumpah jabatan Prof. Dr. Ir. Nurdin, S.P., M.Si sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo. Suasana yang jauh dari kesan formal gedung pemerintahan justru menghadirkan nuansa yang lebih dalam tentang keterbukaan, harapan, dan semangat baru dalam melayani masyarakat.
Para tamu undangan yang terdiri dari unsur Forkopimda, pimpinan OPD, hingga pejabat daerah lainnya menyaksikan prosesi tersebut dengan penuh perhatian. Meski digelar di ruang terbuka, jalannya pelantikan tetap sakral, menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh tanggung jawab.
Dalam sambutannya, Rum Pagau tidak sekadar menyampaikan pesan formal. Ia menegaskan bahwa jabatan Sekda bukan hanya posisi administratif, melainkan jantung dari pergerakan roda pemerintahan.
“Sekretaris Daerah adalah penghubung, penggerak, sekaligus penjaga ritme birokrasi. Di tangan beliau, koordinasi dan arah pembangunan ditentukan,” ucapnya.
Di balik kalimat itu, tersirat harapan besar bahwa kehadiran Sekda definitif mampu membawa perubahan nyata. Bukan hanya dalam tatanan administrasi, tetapi juga dalam mempercepat langkah pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bupati juga menekankan pentingnya kebersamaan. Baginya, keberhasilan pemerintahan tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kekompakan seluruh elemen birokrasi.
“Komunikasi yang baik, koordinasi yang kuat, dan kerja yang selaras adalah kunci. Di situlah peran Sekda menjadi sangat penting,” tambahnya.
Sementara itu, bagi Prof. Nurdin, pelantikan ini bukan hanya seremoni. Ini adalah awal dari tanggung jawab besar sebagai “jenderal ASN” sebutan yang menggambarkan perannya dalam menjaga stabilitas organisasi, membangun disiplin, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan bekal pengalaman dan kapasitas akademik yang dimiliki, harapan pun bertumpu padanya. Ia diharapkan mampu memperkuat reformasi birokrasi, menghadirkan tata kelola yang lebih profesional, serta membawa wajah pemerintahan Boalemo menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketika prosesi berakhir, satu per satu tamu undangan memberikan ucapan selamat. Senyum, jabat tangan, dan doa mengalir, menyatu dengan suara ombak yang tak pernah berhenti.
Di tepi laut Bolihutuo itu, bukan hanya seorang Sekda yang dilantik. Tetapi juga harapan baru tentang Boalemo yang bergerak lebih maju, lebih terbuka, dan lebih siap menghadapi masa depan.
Eustas Kidd*







