Ikhtiar Boalemo Lindungi Ujung Tombak Desa

Payango.co.id | GORONTALO — Suasana santai namun penuh khidmat menyelimuti Roemah Marly Resto, Kota Gorontalo, pada Sabtu (23/5/2026). Di tengah aroma kopi dan semilir angin kota, sebuah langkah besar bagi kesejahteraan masyarakat pelosok Boalemo sedang dirajut.
Hari itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Prof. Dr. Nurdin, SP, M.Si, bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, Dr. Ir. Sanco Simanullang, S.T., M.T., IPM ASEAN Eng., resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kerja sama ini bukan sekadar urusan birokrasi di atas kertas, melainkan sebuah komitmen nyata untuk memberikan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi seluruh perangkat desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Boalemo.
Perangkat desa dan anggota BPD adalah ujung tombak pelayanan publik. Merekalah yang pertama kali mengetuk pintu rumah warga saat subuh, melintasi jalanan terjal demi bantuan sosial, atau mengurus administrasi warga hingga larut malam. Namun, di balik dedikasi total tersebut, ada risiko kerja yang mengintai setiap saat.
Sadar akan besarnya tanggung jawab dan risiko tersebut, Pemda Boalemo hadir memberikan jawaban. Melalui PKS ini, ribuan perangkat desa dan BPD kini bisa bernapas lebih lega. Jika terjadi risiko kecelakaan kerja atau kematian saat bertugas, negara melalui BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan bantalan ekonomi yang pasti.
”Ini adalah bentuk ikhtiar dan apresiasi kami dari Pemda Boalemo. Kita ingin memastikan bahwa mereka yang melayani masyarakat di garis depan, juga mendapatkan perlindungan yang layak. Saat mereka tenang bekerja, pelayanan kepada masyarakat tentu akan jauh lebih maksimal,” ujar Sekda Boalemo, Prof. Dr. Nurdin, SP, M.Si, di sela-sela kegiatan.
Penandatanganan PKS ini bukan sekadar seremoni, melainkan akselerasi nyata bagi Kabupaten Boalemo dalam mengejar ketertinggalan jaminan sosial. Prof. Dr. Nurdin secara blak-blakan mengungkap target besar yang kini dipikul pundak jajaran Pemda Boalemo. Saat ini, cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Boalemo baru menyentuh angka 35 persen.
Melalui momentum PKS ini, Sang Profesor menaruh harapan besar agar angka tersebut melompat signifikan. Pemda Boalemo menargetkan cakupan perlindungan pekerja ini bisa naik kelas dan tumbuh minimal menjadi 50 persen pada tahun mendatang. Sebuah target ambisius, namun sangat realistis jika melihat komitmen yang dimulai dari aparatur desa hari ini.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, Dr. Ir. Sanco Simanullang, S.T., M.T., IPM ASEAN Eng., turut mengapresiasi langkah progresif dan target terukur yang dicanangkan Pemda Boalemo. Menurutnya, sinergi ini adalah contoh nyata bagaimana pemerintah daerah hadir secara konkret untuk melindungi warganya. JKK dan JKM bukan lagi sebuah fasilitas mewah, melainkan hak dasar yang kini berhasil dipenuhi oleh Pemda Boalemo.
Sabtu siang di Roemah Marly mungkin telah usai, namun bagi para perangkat desa dan BPD di Boalemo, hari itu adalah awal baru. Sebuah awal di mana mereka melangkah ke kantor desa dengan dada yang lebih lapang, tahu bahwa ada jaminan dan perlindungan yang setia menemani setiap langkah pengabdian mereka.
Eustas Kidd*







