Menuju Panggung Rakyat, Megawati Nusi Siap Menapaki Jalan Pengabdian ke DPRD Boalemo

Payango.co.id | BOALEMO – Di balik setiap langkah politik yang besar, selalu ada cerita tentang pengabdian, kesetiaan, dan harapan yang tumbuh perlahan dari akar rumput.

Di Kabupaten Boalemo, sebuah kisah itu kini tengah ditulis oleh seorang perempuan bernama Megawati Nusi. Sosok yang selama ini terus belajar banyak  dan bekerja di balik layar partai, mengatur ritme organisasi dengan ketelitian dan dedikasi, kini bersiap melangkah ke panggung yang lebih luas: memperjuangkan aspirasi masyarakat dari kursi DPRD Kabupaten Boalemo.

Perempuan yang akrab disapa Mega itu merupakan wajah baru di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebagai Bendahara DPC PPP Kabupaten Boalemo, ia telah menjadi bagian dari denyut nadi organisasi, menyaksikan berbagai dinamika politik sekaligus memahami secara langsung kebutuhan masyarakat yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Kini, dengan tekad yang matang, Mega memilih mengambil peran yang lebih besar.

Bukan semata tentang kontestasi politik, melainkan tentang menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Di setiap langkah yang ditempuh, Mega tidak berjalan sendiri. Di sampingnya berdiri sang suami, Wahyu Moridu, yang memberikan dukungan penuh terhadap niat pengabdian tersebut.

Dukungan itu bukan sekadar restu keluarga. Ia hadir bersama jejak kepercayaan masyarakat yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Pada Pemilihan Legislatif Provinsi Gorontalo sebelumnya, Wahyu Moridu berhasil mengumpulkan sekitar 3.000 suara di Dapil I Boalemo yang meliputi Kecamatan Tilamuta, Botumoito, dan Mananggu. Angka itu bukan hanya statistik politik, tetapi cerminan hubungan emosional yang telah terjalin dengan masyarakat.

Bagi Mega, angka tersebut bukan untuk dibanggakan, melainkan amanah yang harus dijaga.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal yang paling berharga. Ia tidak lahir dalam semalam, tetapi dibangun melalui kedekatan, kepedulian, dan komitmen untuk selalu hadir bersama rakyat,” ujar salah satu tim pemenangan.

Dari Tilamuta hingga Mananggu, nama keluarga ini telah cukup dikenal masyarakat. Namun Mega menyadari bahwa setiap pemilu menghadirkan tantangan baru. Karena itu, ia tidak hanya ingin merawat dukungan yang telah ada, tetapi juga membuka ruang dialog dengan generasi muda, kaum perempuan, serta kelompok masyarakat yang selama ini menginginkan keterwakilan yang lebih kuat di parlemen.

Sebagai perempuan, Mega memahami bahwa banyak persoalan sosial lahir dari ruang-ruang keluarga. Dari kebutuhan pendidikan anak, kesehatan ibu, hingga perjuangan ekonomi rumah tangga yang sering kali tidak terdengar di ruang-ruang pengambilan keputusan.

Kesadaran itulah yang mendorongnya untuk maju.

Ia ingin membawa suara-suara kecil yang selama ini sering tenggelam dalam hiruk-pikuk politik menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.

Di tengah semakin ketatnya persaingan menuju DPRD Boalemo, kehadiran Megawati Nusi memberi warna tersendiri bagi PPP. Ia hadir bukan hanya sebagai calon legislatif, tetapi sebagai representasi perempuan yang memilih menjadikan politik sebagai jalan pengabdian.

Perjalanan menuju parlemen memang masih panjang. Namun bagi Mega, setiap langkah yang ditempuh hari ini adalah bagian dari ikhtiar untuk membalas kepercayaan masyarakat dengan kerja nyata.

Dan ketika hari pemungutan suara itu tiba nanti, yang akan berbicara bukan hanya baliho atau slogan kampanye, melainkan rekam jejak, kedekatan, serta harapan masyarakat yang ingin melihat sosok yang benar-benar memahami denyut kehidupan mereka hadir di kursi wakil rakyat.

Eustas Kidd*

Show More
Back to top button