Langkah Pertama Pangdam di Boalemo, Disambut Adat Penuh Makna

Payango.co.id | Boalemo — Langkah pertama Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., di tanah Boalemo bukan sekadar kunjungan kerja. Ia menjadi peristiwa penuh makna — disambut dengan kehangatan adat, penghormatan budaya, dan harapan akan masa depan pembangunan yang lebih kokoh.

Kedatangan jenderal bintang dua tersebut disambut melalui prosesi adat Mopotilolo, tradisi sakral Gorontalo yang menjadi tanda penerimaan resmi bagi pejabat yang pertama kali menginjakkan kaki di wilayah ini. Prosesi berlangsung khidmat di Rumah Jabatan Bupati Boalemo, Jumat (23/01), menghadirkan nuansa spiritual dan kearifan lokal yang menyentuh.

Mopotilolo bukan sekedar seremoni. Ia adalah pesan budaya — tentang penghormatan, restu, dan pengikatan hubungan batin antara pemimpin dan masyarakat. Dalam prosesi itu, Pangdam menerima persembahan adat serta petuah leluhur (tahuda) yang sarat nilai kebijaksanaan dan tanggung jawab.

Usai rangkaian adat, agenda berlanjut ke titik strategis pembangunan. Pangdam XIII/Merdeka meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan dan Marseling Area (Yon TP dan MA) di Desa Piloliyanga. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, akses, serta dukungan lingkungan sekitar sebagai fondasi awal pembangunan satuan teritorial tersebut.

Kunjungan lapangan ini turut dihadiri Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Sihotang, Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau, serta unsur Forkopimda.

Kebersamaan para pemimpin daerah dan jajaran TNI menjadi potret nyata sinergi — bahwa pertahanan wilayah dan pembangunan daerah berjalan dalam satu tarikan napas.

Bupati Boalemo, Rum Pagau, menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap memberi dukungan penuh terhadap rencana pembangunan batalyon tersebut. Menurutnya, kehadiran satuan teritorial tidak hanya memperkuat sistem pertahanan, tetapi juga berpotensi menggerakkan pertumbuhan wilayah serta membuka dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan bahwa peninjauan langsung menjadi langkah penting sebelum pembangunan dimulai. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas penyambutan adat yang diterimanya.

“Tradisi Mopotilolo adalah kekuatan budaya yang luar biasa. Ini bukan hanya penyambutan, tapi pengikat nilai antara TNI dan masyarakat,” ungkapnya.

Kunjungan perdana ini meninggalkan kesan lebih dari sekedar agenda institusional. Ia menjadi titik awal jalinan kepercayaan — antara aparat pertahanan dan rakyat, antara rencana strategis dan akar budaya. Dari tanah Boalemo, pesan itu tumbuh: pembangunan dan keamanan akan selalu kuat jika berdiri di atas penghormatan dan kebersamaan.

Show More
Back to top button